INTELEKTUAL MUSLIM PART SATU

INTELEKTUAL MUSLIM PART SATU

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Terima kasih kepada para Pembaca yang masih aktif mau meng-update pengetahuan islamnya di website kami.

Pada kesempatan kali ini kita akan kita akan membahas mengenai lima intelek dalam berfikir.

 

Biasa disebut Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Dimana salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas).

Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah ALLAH menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS. Al-Baqarah [2]: 219)

Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Allah SWT berfirman yang artinya: Katakanlah: “Samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS. Az-Zumar [39]: 9)

Islam memberi teladan kepada kita untuk mempelajari semua disiplin ilmu lewat sosok ulul-albab. Kata ‘Ulul-Albab’ yang disebut enam belas kali dalam Al-Qur’an itu adalah kelompok manusia tertentu yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT. Mereka diberi pengetahuan, hikmah, dan kebijaksanaan, disamping pengetahuan yang mereka peroleh secara empiris. “Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali ulul albab.” (QS. 2:269)

(intelektual muslim part satu)

Di dalam Al-Qur’an Allah juga berfirman bahwa: “Mereka adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia.” (QS. 12:111) “Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah, dan mereka itulah ulul-albab.” (QS. 3:7) Makna dari kalimat ‘mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia’ memiliki arti yang kompleks yakni mempelajari sejarah berbagai bangsa dengan berbagai disiplin ilmu yang ada di dalamnya, untuk disimpulkan dan dijadikan satu pelajaran yang bermanfaat, yang dapat dijadikan petunjuk dalam mengambil keputusan di dalam kehidupan.